model-model perencanaan pendidikan
MODEL-MODEL PERENCANAAN PENDIDIKAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata kuliah : Perencanaan Pendidikan
Dosen pengampu :Misroh Sulaswari, M. Pd
G/PAI-Semester
Genap

Disusun Oleh :
Kelompok
4
1. Lina Ni’matul Farida (1510110241)
2. Seto Abdul Azizi (1510110243)
3. Noor Rahmawati (1510110245)
4. Suci Indah Sari (1510110252)
5. Fatmawati (1510110274)
6. Aniqotul Munawaroh (1510110277)
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM NEGERI KUDUS
2018
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perencanaan
(planing) merupakan fungsi awal dari serangkaian aktivitas manajemen dalam
mencapai tujuan secara efektif dan efesien.
Perencanaan pendidikan pada hakikatnya adalah proses pemilihan yang
sistematis , analisis yang rasional mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana
melakukannya, siapa pelaksananya dan kapan suatu kegiatan dilaksanakan dalam
rangka meningkatkan mutu pendidikan yang lebih efektif dan efesien, sehingga
proses pendidikan itu dapat memenuhi tuntutan atau kebutuhan masyarakat. Perencanaan
dalam dunia pendidikan, terutama dalam sebuah lembaga pendidikan, memang
sangatlah penting, sebab perencanaan tersebut kedepannya akan berperan penting
sebagi petunjuk dalam gerak langkah lembaga tersebut.
Perencanaan
dalam sebuah lembaga pendidikan, tentunya tidak boleh melenceng dari tujuan
pendidikan itu sendiri, karena tujuan itulah yang nantinya akan menjadi titik
tolak penyusunan sebuah kerangka rencana. Dan agar sebuah perencanaan dalam
lembaga pendidikan tersebut tidak melenceng dari tujuan pendidikan itu sendiri,
harus digunakan sebuah model perencanaan yang sesuai dan tepat. Oleh karena
itu, dalam makalah ini akan dibahas tentang model perencanaan pendidikan.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian model perencanaan pendidikan?
2.
Apa saja macam-macam model perencanaan pendidikan?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Model Perencanaan Pendidikan
Dalam Kamus Bahasa Indonesia, Hoetomo menterjemahkan model
sebagia contoh, pola acuan ragam, maca, atau barang tiruan yang kecil dan tepat
seperti yang ditiru.[1]
Perencanaan menurut Newman adalah penetuan terlebih dahulu apa yang
akan dikerjakan. Sedangkan menurut Louis Allen perencanaan adalah penentuan
serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan.[2]
Dengan demikian, model perencanaan dapat diartikan sebagai pola atau contoh
atau acuan yang digunakan dalam penyusunan sebuah perencanaan.
Merencanakan pada dasarnya menentukan kegiatan yang hendak
dilakukan pada masa depan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengatur berbagai sumber
daya agar hasil yang dicapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Menurut Nanag
Fattah yang dikutip dari Roger A. Kauffman, Perencanaan adalah proses penentuan
tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang
diperlukan untuk mencapai tujuan itu seefisien dan seefektif mungkin. Dalam setiap perencanaan selalu terdapat tiga
kegiatan. Kegiatan- kegiatan itu adalah 1) perumusan tujuan yang ingin dicapai,
2) pemilihan program untuk mencapai tujuan, 3) indetifikasi dan pengerahan
sumber yang jumlahnya selalu terbatas.
Perencanaan membutuhkan data dan informasi
agar keputusan yang diambil itu tidak lepas kaitannya dengan masalah yang
dihadapi pada masa yang akan datang.
Dengan demikian, yang disebut dengan perencanaan pendidikan adalah
keputusan yang diambil untuk melakukan tindakan selama waktu tertentu ( sesuai
dengan jangka waktu perencanaan) agar penyelenggaraan sistem pendidikan menjadi
lebih efektif dan efisien, serta menghasilkan lulusan yang lebih bermutu, dan
relevan dengan kebutuhan pembangunan.
B.
Macam-macam Model Perencanaan Pendidikan
Ada beberapa model perencanaan pendidikan yang dikemukakan para ahli
pendidikan, diantaranya Dr. Nanang Fattahdan mengemukakan empat model perencanaan pendidikan antara lain:
1.
Model Perencanaan Komprehensif
Model ini digunakan untuk menganalisis perubahan-perubahan dalam
sistem pendidikan secara keseluruhan. Disamping itu berfungsi sebagai suatu
patokan dalam menjabarkan rencana-rencana yang lebih spesifik kearah
tujuan-tujuan yang lebih luas.
2.
Model Target Setting
Model ini diperlukan dalam upaya melaksanakan proyeksi ataupun
memperkirakan tingkat perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Dalam
persiapannya dikenal (a) model untuk analisis demografis dan proyeksi penduduk,
(b) model untuk memproyeksikan enrolmen (jumlah siswa terdaftar) sekolah, (c)
model untuk memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja.[3]
3.
Model Costing (pembiayaan)
Model ini sering digunakan untuk
menganalisis proyek-proyek dalam
kriteria efesien dan efektifitas ekonomis. Dengan model ini dapat
diketahui proyek yang paling fisibel dan memberikan suatu perbandingan yang
baling baik diantara proyek-proyek yang menjadi alternatif penanggulangan
masalah yang dihadapi.
Penggunaan model ini dalam
pendidikan didasarkan pada pertimbangan bahwa pendidikan itu tidak terlepas
pada pertimbangan bahwa pendidikan itu tidak terlepas dari masalah pembiayaan.
Dengan sejumlah biaya yang dikeluarkan selama proses pendidikan, diharapkan
dalam kurun waktu tertentu dapat
memberikan benefit tertentu.
4.
Model PPBS
PPBS (planning, programming,
budgeting system), dalam bahasa
Indonesia adalah sistem perencanaan, penyusuan program dan penganggaran. Model
ini bermakna bahwa perencanaan, penyusunan program dan penganggaran dipandang
sebagai suatu sistem yang tak terpisahkan satu sama lainnya. PPBS merupakan
suatu proses yang komprehensif untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Beberapa ahli memberikan pengertian, antara lain: Kast
dan Rosenzweig (1979) mengemukakan bahwa
PPBS merupakan suatu pendekatan yang sistematik yang berusaha untuk menetapkan
tujuan, mengembangkan program-program, untuk dicapai, menemukan besarnya biaya
dan alternatif dan menggunakan proses penganggaran yang merefleksikan kegiatan
program jangka panjang.
Sedangkan Harry J. Hartley
(1968) mengemukakan bahwa PPBS merupakan proses
perencanaan yang komprehensif yang meliputi program budget sebagai komponen
utamanya. Berdasarkan kedua pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa:
a.
PPBS merupakan pendekatan yang sistematik. Oleh karena itu, untuk
menerapkan PPBS diperlukan pemahaman tenteng konsep dan teori sistem.
b.
PPBS merupakan suatu proses perencanaan komprehensif. Penerapannya
hanya dimungkinkan untuk masalah-masalah yang complex dan dalam organisasi yang
dihadapkan pada masalah yang rumit dan komprehensif.[4]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Model
perencanaan dapat diartikan sebagai pola atau contoh atau acuan yang digunakan
dalam penyusunan sebuah perencanaan.
Model
perencanaan dalam lingkup pendidikan, diartikan sebagai pola atau acuan, yang
ditempuh dalam penyusunan rencana
pendidikan. Macam-macam model perencanaan pendidikan yang perlu
diketahui diantaranya : (a) Model
Perencanaan Komprehensif, (b) Model Target Setting, (c) Model Costing, (d)
Model PPBS.
B.
Saran
Demikian yang
dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah
ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya sumber rujukan atau referensi yang ada hubungannya
dengan judul makalah ini. Pemakalah berharap para pembaca memberikan kritik dan
saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan
makalah dikesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi
pemakalah pada khususnya bagi para pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Hakim, Lukmanul, Perencanaan Pembelajaran, Bandung : Wacana
Prima, 2008.
Hoetomo, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Mitra
Pelajar,2005.
Utsman, Kahar, Nadhirin, Buku Daros: Perencanaan Pendidikan,
Kudus, 2008
Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, PT Remaja
Rosdakarya: Bandung, 2001.
Mohon maaf kak, ini penulis makalahnya siapa ya
ReplyDelete